SHOLAT MAKTUBAH DAN SHOLAT SUNNAH
Sholat
merupakan tiang agama dalam islam dan menjadi ibadah yang paling utama stelah
syahadat. Rasulullah SAW. Pernah bersabda :
"الصلاةُ عمادُ الدينِ فمن أقامها فقد أقامَ الدينَ ومن
هَدَمَها فقد هَدَمَ الدينَ"
Artinya : shalat adalah tiang agama.
Barangsiapa yang menegakkannya, berarti ia telah menegakkan agamanya, dan
barangsiapa meninggalkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya.
Shalat sendiri terbsgi menjadi dua,
yaitu sholat maktubah (sholat fardhu/ sholat wajib) dan sholat Sunnah. Keduanya
memiliki kedudukan yang sangat penting untuk mendekatakan diri kepada Allah
SWT.
SHOLAT MAKTUBAH
(SHOLAT FARDHU)
Sholat
maktubah sendiri adalah sholat yang diwajibkan oleh Allah kepada setiap muslim
yang harus dikerjakan lima kali dalam sehari semalam, yaitu subuh, dzuhur,
ashar, maghrib, isya’. Kewajiban ini
ditetapkan pada peristiwa isra’ mi’raj. Rasulullah SAW bersabda :
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Sholat subuh
Sholat subuh
dilaksanakan pada waktu terbitnya fajar hingga matahari belum terbit. Dilakukan
sejumlah 2 rakaat, berikut dalilnya :
اَقِمِ الصَّلٰوةَ
لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ
الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا ٧٨
Artinya : Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Al-Isra ayat 78)
2. Sholat dzuhur
Sholat dzuhur
dilaksanakan pada waktu ketika matahari telah condong ke barat dan bayangan
seseorang sama dengan ketinggian, serta saat waktu sholat ashar belum tiba. Dilakukan
sejumlah 4 rakaat, berikut dalilnya :
Hadis Nabi Saw
yang diriwayatkan Abdullah bin Amr r.a :
Dari Abdullah bin Umar radiyallahu’anhu berkata : “Sabda Rasulullah SAW. Waktu dzuhur apabila matahari tergelincir, sampai baying-bayang seseorang sama dengan tingginya, yaitu selama belum datang waktu ashar. Dan waktu Asar sebelum Matahari belum menguning.Dan waktu Magrib selama syafaq (mega merah) belum terbenam.Dan waktu Isya sampai tengah malam yang pertengahan.Dan waktu Subuh mulai fajar menyingsing sampai selama Matahari belum terbit”.
3. Sholat ashar
Sholat ashar
dilaksanakan pada waktu ketika panjang bayangan suatu benda sama dengan tinggi
benda tersebut, hingga terbenamnya matahari. Dilakukan sejumlah 4 rakaat. Berikut
dalilnya :
مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ
قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ
Artinya: “Barangsiapa yang
mendapati satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari tenggelam, maka ia telah
mendapatkan shalat Ashar.” (HR Bukhari dan Muslim)
Terdapat pada ayat al-quran juga pada
surah Al-Baqarah ayat 238 :
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ
الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ
Artinya: “Peliharalah
semua salat dan salat wustha. Dan laksanakanlah (shalat) karena Allah dengan
khusyu.” (Al-Baqarah: 238).
Sholat maghrib
dilaksanakan pada waktu saat matahari terbenam sempurna dan berakhir hingga
hilangnya mega merah (syafaq) di ufuk barat, sebelum masuk waktu isya’. Dilakukan
sejumlah 3 rakaat, berikut dalilnya :
وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ مَا
لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ
“Waktu
shalat Maghrib adalah selama cahaya merah (saat matahari terbenam) belum hilang.” (HR.Muslim no.612).
Sholat isya’
dilaksanakan pada waktu setelah hilangnya mega merah di ufuk barat hingga
menjelang terbitnya fajar (waktu subuh). Dilakukan sejumlah 4 rakaat, berikut
dalilnya :
أَعْتَمَ النَّبِىُّ -صلى
الله عليه وسلم- ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ
اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فَقَالَ «
إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى »
“Suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
mendirikan shalat ‘atamah (isya`) sampai berlalu malam dan
penghuni masjid pun ketiduran, setelah itu beliau datang dan shalat. Beliau
bersabda, ‘Sungguh ini adalah waktu shalat isya’ yang tepat, sekiranya aku
tidak memberatkan umatku’.” (HR. Muslim no. 638).
SHOLAT SUNNAH
Sholat
Sunnah adalah ibadah tambahan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk
menyempurnakan kekurangan dalam sholat wajib. Umumnya sholat Sunnah dibagi
menjadi dua yaitu Sunnah muakkad dan Sunnah ghoiru muakkad.
Sunnah muakkad adalah amalan Sunnah ibadah yang dianjurkan, sehingga Rasulullah senantiasa melakukannya kecuali dalam kondisi tertentu. Berikut sholat Sunnah muakkad :
1. Sholat rawatib
Sholat rawatib
yaitu sholat Sunnah yang mengikuti sholat fardu, baik qabliyah maupun ba’diyah.
Sholat rawatib muakkad terdiri dari 10 rakaat : 2 rakaat sebelum subuh, 2
rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2
rakaat setelah isya’. Berikut dalilnya yaitu hadis dari Ummu Habibah RA.
Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang mengerjakan dua belas
rakaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga.”
(HR. Muslim No. 728)
2. Sholat witir
Sholat witir
yaitu sholat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah isya’ dan sebelum
waktu subuh, dengan jumlah rakaat ganjil, dimana minimal 1 rakaat dan maksimal
11 rakaat. Berikut dalilnya :
Rasulullah SAW
bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu witir (tunggal) dan
mencintai witir. Maka kerjakanlah shalat witir, wahai ahli Al-Qur’an.”
(HR. Abu Dawud No. 1416, Tirmidzi
No. 453, disahihkan oleh Al-Albani)
Sholat idain
adalah sholat Sunnah yang sangat dianjurkan, sholat yang dilakukan sejumlah 2
rakaat yang dilaksanakan pada dua hari raya islam, yaitu pada hari raya idul
fitri dan pada hari raya idul adha. Berikut dalilnya dari Anas bin Malik RA.
berkata :
“Rasulullah
ﷺ keluar menuju tempat shalat pada hari Idul
Fitri dan Idul Adha, lalu beliau mengimami kami.”
(HR. Bukhari No. 956, Muslim No. 889)
Sholat tarawih
yaitu sholat yang dilakukan khusus pada bulan Ramadhan dan dilakukan setelah
sholat isya’. Terdapat perbedaan pendapat juga pada jumlah rakaat yang
dilakukan, namun umumnya dilakukan 8 rakaat atau 20 rakaat, yang ditutup dengan
sholat witir. Berikut dalilnya :
“Barangsiapa berdiri (shalat) di bulan Ramadhan karena iman
dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari no. 37; Muslim no. 759)
Sholat dhuha
adalah sholat yang sangat dianjurkan yang dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu
setelah matahari terbit hingga sebelum matahari tergelincir ke barat (menjelang
dzuhur). Dilaksanakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Berikut dalilnya
:
“Pada pagi hari setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi…
dua rakaat dhuha mencukupi itu semua.”
(HR.
Muslim no. 720)
Sunnah ghairu muakkad adalah amalan Sunnah yang tidak selalu dikerjakan oleh nabi Muhammad SAW. Berikut Sunnah ghairu muakkad :
- Sholat taubah
Sholat Sunnah
dua rakaat yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan tulus atas dosa dosa yang
telah dilakukan, dengan tujuan memohon ampun kepada Allah SWT, memperbaiki
diri, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Berikut dalilnya :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى
اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ
سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ
تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ
النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ
اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِم
لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya
: “Artinya: "Wahai orang-orang yang
beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.
Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke
dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah
tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka
memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, "Ya Tuhan
kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya
Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
(surah At-Tahrim : 8)
Sholat tasbih
adalah sholat yang dilakukan dengan empat rakaat, baik dengan satu atau dua
kali salam. Dalam setiap rakaat membaca tasbih sebanyak 75 kali, sehingga total
empat rakaat sholat 300 kali membaca tasbih. Berikut dalilnya :
Dari Ibnu Abbas r.a.,
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai pamanku Abbas,
maukah aku berikan kepadamu satu hadiah… yaitu shalat empat rakaat di mana engkau membaca tasbih sebanyak 75 kali di
setiap rakaat.”
(HR. Abu Dawud No. 1297,
Tirmidzi No. 481)
3. Sholat tahiyatul masjid
Sholat tahiyatul
masjid adalah sholat sunah dua rakaat yang dilakukan saat memasuki masjid
sebelum dudk sebagai bwntuk penghormatan kepada Allah SWT dan masjid sebagai
rumah ibadah. Berikut dalilnya :
إِذَا دَخَلَ
أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
Artinya :
"Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sampai
ia shalat dua rakaat".
(HR. Bukhari No. 444, Muslim No. 714)
Shalat wajib adalah kewajiban mutlak yang tidak boleh ditinggalkan,
sementara shalat sunnah adalah pelengkap yang dapat menutup kekurangan ibadah
wajib dan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan
keduanya, seorang muslim akan mendapatkan kesempurnaan ibadah serta keberkahan
hidup di dunia dan akhirat.
REFERENSI
- https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7595106/macam-macam-sholat-sunnah-lengkap-dengan-dalilnya
- https://oif.umsu.ac.id/2021/01/ayat-ayat-waktu-subuh/
- https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5771/3/BAB%20II.pdf
- https://www.madaninews.id/2263/waktu-waktu-shalat-yang-wajib-diketahui.html
- https://www.gramedia.com/literasi/sholat-ashar-berapa-rakaat/
Komentar
Posting Komentar