UH INFORMATIKA
PEMBELAJARAN FINLAND,
DILAKUKAN SAMBIL MENYAMBIL
NUZULA QUEENTA MAHADINI
Finland merupakan negara paling bahagia karena di saat musim panas mereka selalu menghabiskan waktu berliburnya dengan memancing, memasak, dan lain-lain. Namun dibalik terkenalnya negara paling bahagia finland ternyata mencapai tingkat bunuh diri paling tinggi di Eropa, banyak juga yang menderita mental health dikarenakan tidak terbiasanya mereka membicarakan tentang kesehatan mental. Pada tahun 90 an sampai meleihi 30 per 1.000 sampai menjadi 15,3 pada tahun 2019 yang menderita gangguan kesehatan mental.
Sistem pendidikan dan sistem pembelajaran yang diterapkan di Finland sangat bagus dan sangat efektif, karena mereka difokuskan untuk bisa berkemampuan sosial dan bisa saling berinteraksi, bahkaan sistem pendidikannya sangat berdampak pada penurunan statistik bunuh diri. Pendidikan di Finland juga sangat dinamis jadi terus berputar untuk mengevaluasi kekurangan yang harus dibenahi. Ketika periode PAUD, TK, SD, kurikulum nya lebih difokuskan untuk mendidik karakter individu (Desiree Luhulima). Anak hanya disuruh bermain dan dibebaskan melakukan yang mereka suka, saat mereka melakukan aktifitas dan terjadi sesuatu itulah yang mereka angkat dan mereka jadikan pembelajaran.
Jadi menurut saya dari video yang sudah saya lihat bahwasanya di Finland sistem pembelajarannya itu menekankan kepada pembentukan karakter siswa dan cara bersosialisasi antar sesamadaripada menekankan akademis siswa. Karena dengan diberlakukannya sistem tersebut dapat meningkatkan nilai sosial dan emosional siswa. Dengan menggunakan metode pembelajaran tersebut anak-anak tidak mempelajari materi akademis tetapi banyak pembelajaran keterampilan hidup. Melihat dengan meningkatnya angka bunuh diri di Finland, pemerintah mendorong perubahan sistem pendidikan untuk mendukung kesehatan mental siswa.
Jika metode pembelajaran ini diberlakukan di Indonesia SDM di Indonesia akan berkualitas dan tidak akan tertinggal. karena, pembentukan karakter lebih diutamakan daripada nilai/ peringkat saat pembelajaran, dengan adanya sistem peringkat di dalam diri anak bisa muncul rasa individualisme dan bahkan bisa terjadi kesenjangan sosial antar teman. karena, kebanyakan orang di Indonesia mempunyai pemikiran bahwa yang memiliki peringkat / nilai yang tinggi akan merasa mereka pintar sedangkan mereka yang memiliki nilai rendah dianggap bodoh.
SUMBER: https://youtu.be/qiiY0iw39AM?si=QwaWLacUuUJXR6kx
Komentar
Posting Komentar